Ketua Tanfidziyah PCNU Sarolangun Buka Mapaba PMII Komisariat IAI Abuya Salek
SAROLANGUN, QOLAMI.ID — Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sarolangun, Drs. KH. Muhammad Syatar, membuka secara resmi kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PMII Komisariat Institut Agama Islam (IAI) Abuya Salek.
Kegiatan kaderisasi tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Rahmatul Ummah Sarolangun, Jumat (2/10/2026). Mapaba diikuti oleh mahasiswa yang menjadi calon anggota baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAI Abuya Salek.
Pembukaan Mapaba turut dihadiri jajaran PCNU dan badan otonom NU Kabupaten Sarolangun, di antaranya Sekretaris Tanfidziyah PCNU Sarolangun Gus Zulhitmi, M.Pd.I., Bendahara Musaneb, S.H.I., M.H., Ketua ISNU Sarolangun Abi Mas’ud, M.Pd.I., serta Ketua GP Ansor Sarolangun Zuhrizal, S.Pd.I.

Dorong Kader Muda Berilmu dan Berakhlak
Dalam sambutannya, KH. Muhammad Syatar menekankan pentingnya kaderisasi mahasiswa sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan keislaman, intelektualitas, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibekali dengan nilai-nilai keagamaan, akhlak, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.
Mapaba, kata dia, merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat PMII sekaligus memahami nilai-nilai perjuangan dan tradisi intelektual yang menjadi bagian dari gerakan mahasiswa Nahdlatul Ulama.

“Mahasiswa harus memiliki ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial. Karena itu, proses kaderisasi harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen terhadap masyarakat dan bangsa,” pesan KH. Muhammad Syatar.
Menjadi Ruang Pembentukan Kader
Kegiatan Mapaba PMII Komisariat IAI Abuya Salek diharapkan tidak hanya menjadi agenda penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan kapasitas mahasiswa.
Melalui proses kaderisasi tersebut, para peserta diperkenalkan dengan nilai-nilai ke-PMII-an, keislaman, kebangsaan, serta pentingnya membangun sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai mahasiswa.

Kehadiran jajaran PCNU, ISNU, dan GP Ansor dalam pembukaan Mapaba juga menjadi bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sarolangun.
Dengan terselenggaranya Mapaba ini, PMII Komisariat IAI Abuya Salek diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang aktif, berintegritas, berwawasan luas, dan siap mengambil peran dalam kehidupan sosial, keagamaan, serta pembangunan masyarakat.*(Q01)
